Monday, June 06, 2005

Ketika Dian Tertiup Angin


Cerita ini hanya fiktif belaka, moga mendapat pelajaran darinya, terutama supaya kita membaca dan menghafal al Qur’an serta menghadiri majelis-majelis ilmu.

Bayangkan pada suatu masa banyak yang tidak menyentuh al Qur’an dan masjid tidak ramai lagi dihadiri. Setelahnya terjadilah peperangan hebat dan kaum muslimin mengalami kekalahan. Lalu masjid-masjid dan maktab-maktab menjadi incaran dan disegel, lalu dengan beberapa saat setelahnya di hancurkanlah pusat-pusat umat islam itu rata dengan tanah. Kemudian mushaf-mushaf Al Qur’an dikoyak-koyak di injak-injak dan di bakar dan pustaka-pustaka kejayaan umat islam tak luput dimusnahkan.

Setelah segala sumber ilmiah lenyap, kaum muslimin lalu ditangkap. Mereka disiksa dan di cuci otaknya supaya tidak ingat lagi dengan agamanya dan apa-apa yang mereka hafal dari Qur’an. Setelah mereka lupa, mereka pun dimurtadkan lalu dijadikan budak.

Para Ulama dan para Hafidz Qur’an yang lari menyelamatkan diri pun dikejar sampai ke seluruh pelosok bumi. Setelah tertangkap mereka pun di aniaya dan dibunuh seketika. Tiada satupun cendikiawan umat muslim yang lolos dari pemusnahan besar-besaran ini.

Moga mereka yang berperang di jalan Allah mendapatkan syurga dan kemuliaan diatasnya.

Hanya segelintir orang yang selamat ditempat persembunyian yang tidak diketahui oleh musuh. Walau begitu sang musuh tidak tertarik untuk menangkap mereka. Karena merekalah kaum muslimin yang tidak paham dengan agamanya, apalagi menghafal Qur’an. Mereka sama sekali dianggap bukan ancaman.

Mereka inilah yang dulu berdalih dengan seribu alasan supaya tidak dikekang dan disusahkan dengan praktek-praktek agama. Mereka jahil terhadap tuntunan agama. Mereka lalai atas peringatan Allah. Dengan mata hati yang tertutup sejak lama, mereka dulu dengan congkaknya merasa dirinya juga sebenarnya berada di jalan kebenaran. Mereka mengira Allah akan memaklumi segala tindakan mereka itu karena mereka mengira Allah megasihi mereka. Padahal yang mereka lakukan sebenarnya adalah pengingkaran dan pengkhianatan terhadap Allah. Akankah Allah mengampuni mereka atas balasan kasihNya dari mereka berupa itu?

Lalu apa yang mereka bisa perbuat tanpa Al Qur’an ? Tiada lagi Al Qur’an yang bisa dibaca. Tiada lagi guru yang akan mengajarkan. Tiada lagi yang mengontrol hati mereka. Mereka hanya seperti binatang yang mengandalkan hawa nafsunya. Walaupun mereka punya kemampuan otak yang cerdik, namun hati mereka terkunci.

Karena keadaan akhlaq dan aqidah mereka yang rendah ini dan berada dalam kondisi yang payah, merekapun dengan kecerdikannya saling membunuh hanya demi makanan dan harta supaya dapat bertahan hidup. Dan beberapa dari meraka dengan kecerdikannya menyerah kepada musuh dan mau dimurtadkan supaya mereka selamat. Mereka pun tega mengkhianati yang lain dengan kecerdikannya memberitahukan posisi persembunyian yang lain kepada musuh supaya mereka bisa dipercaya dan diberi imbalan oleh musuh.

Apakah mereka merasa aman dalam keselamatan ? Sama sekali tidak !

Siapakah kan menolong mereka, jika saat itu langit pecah tiba-tiba, pada saat mereka belum juga sempat tersadar untuk menyesal dan bertaubat ?

Akankah mereka merasa aman dalam keselamatan ?

Friday, May 27, 2005

Khazanah Ilmu

Ilmu adalah penerang
Bagai matahari bersinar
Membuka pelupuk hati terpicing pulas
Jalan kan jadi jelas terlihat

Ilmu adalah pensuci
Bagai air jatuh tajam di bebatuan

Mengikis karat-karat nafsu
Jalan kan menjadi bersih

Ilmu adalah petunjuk arah
Bagaikan angin bertiup
Membawa diri insani pulang
Jalan kan menjadi lurus

Ilmu adalah manfaat
Bagaikan buah yang dipetik
Memanjakan lidah dan lambung ini
Jalan kan menjadi nikmat

Ilmu adalah tanggung jawab
Bagaikan kayu bakar yang dipikul
Memenuhi kebutuhan rumah tangga
Jalan kan menjadi bermakna

Ilmu adalah kecerdasan
Bagaikan pedang terasah
Melawan musuh yang zholim
Jalan kan jadi adil

Rugilah orang yang tak berilmu
Jahil berdalih tak berujung
Buta karena diri sendiri
Tak bergantung ilmu Ilahi

Hati dan Kompor Gas

Bukan.... sama sekali gak ada hubungannya dengan
makanan.....!!

Maksudku belakangan ini aku sesekali mengamati
Semangat hati yang berkobar-kobar dari para insan
kini.....

Lalu apa hubungannya dengan kompor gas....???

Jika diambil persamaan dengannya
Sepertinya hati insan kayak kompor gas

Api besar menyala membara dengan panas
Terjulur jilatan api yang tinggi hati
Seperti ombak laut yang sedang pasang
Apalagi yang masih muda

Tapi yang namanya kompor gas
Jika nyala terus menerus dengan api yg besar
Lambat laun gasnya cepat habis
Atau karena tekanan tinggi... salurannya bocor...
kompor bisa-bisa meledak.... kebakaran deh.....

Oleh karena itu apinya setidaknya diredam....

Eh... bukan...... jangan disalahartikan...!!!!
Bukan dipadamkan........ jangan buruk sangka dulu.....

Emang siapa yang tega ingin matikan hati suci seorang
insan.....

Maksudku apinya sedikit dikecilkan
Putar knop gasnya ke api sedang
Dari pada boros energi
Daripada duit terbuang sia-sia

Agar apinya menyala sedang dengan tenang dan anggun
Agar apinya menyala dengan cukup dan pas
Sesuai takaran kegunaannya tak berlebih-lebihan
Agar bermanfaat bagi semua...... semesta alam.......

Tapi ada juga loh yang hatinya redup
Apinya menyala kecil bak malu-malu
Hangatnya musti nunggu lama…. waktu terbuang sia-sia…
aplagi masih muda
Malas tak bergairah hidup… kurang terang dalam gelap
Plin-plan… ini mo nyala atau mau mati ? …. ragu-ragu
kali ye !!!

Stel knop gasnya ke api sedang.... jangan berlebihan
loh…!!!
Supaya bertambah gasnya sedikit demi sedikit
Supaya apinya lambat laun makin membesar
Sehingga mereka lambat laun berguna juga bagi semua….
semesta alam……

Lalu sang api sedang menyala dengan anggun
Menyala dengan konstan terkendali dari nafsu dengan
komitmen yang tinggi
Menyala tenang dan cukup hangat
Menyala dengan hemat ditabung satu demi satu amalan

Eh.... jangan Ge eR dulu........
Api sedang ini gak ke GR an....

Ia selalu merendah terhadap api yang lain
Mengajak kebajikan dengan kasih sayang

Mencoba mengkondisikan lingkungan yang baik penuh
rahmat
Menjadi tauladan yang baik tanpa harap pujian
Api yang takut kehilangan sumber energi gasnya
Api yang selalu memberikan kegunaannya ikhlas bagi
semua.... semesta alam....

Semua hati insan ada potensi kebaikan yang berguna...
Hati buruk dan jahat seorang insan bukanlah
mutlak.....
Tapi hanya kebodohanlah yang menjatuhkannya ke dalam
nafsu...
Semoga hati kita merayap perlahan menyala dengan
mulia...........

Yang Datang Tak Diminta

Kabut menyelimuti panorama... Kabur semakin gelap... Sesak habis di telan masa... Degup tak terdengar iramannya... Tubuh tak dapat lagi dikuasai... Kerabat tak bisa dihubungi... Tangis sesal tak ada di jadwal... Karcis reinkarnasi tak ada yang jual... Tak ada pahlawan kan menolong... Akan dibawa kemanakah diri ini… ? Adakah bekal yang dibawa... ? Kini hanya menunggu tanggal mainnya...