Wednesday, January 31, 2007

Pencari Cinta atau Pecinta?


Tiada guna berharap cinta
Jika ia nyata setia di sisi menyapa

Tercurah suka, karena cinta
Tercurah duka, bukan tanda tak cinta

Sungguh, bukan cintaNya yang harus dicari
Sungguh, bukan cintaNya yang harus dipertanyakan

Cintakulah yang harus dicari
Cintakulah yang harus dipertanyakan

Setiap kubersikap apakah aku cinta?
Setiap kuberujar apakah aku cinta?
Setiap kuberibadah apakah aku cinta?
Setiap kuberdoa apakah aku cinta?

Dialah pasti Sang Maha Pecinta
Lalu siapakah diri hamba?

Sunday, November 05, 2006

[Klip]: Tombo Ati Bagi Para Bujangan (Obat Hati VS Obat Sepi)

Grup nasyid ini kreatif juga membuat Parodi dari nasyidnya Opick yg berjudul ''Tombo Ati'' jadi ''Tombo Sepi''. So buat-buat kamu yang belum menikah, dengerin deh!!! Walau parodi tapi serius penuh nasehat... :P

Nasyid ini dibawakan di sebuah Temu Remaja di Depok. Nama grup ini Gondes (Gondrong n Desso) para alumni STAN.

Link: YOUTUBE.com

Tuesday, October 31, 2006

[Curhat]: Mulai Lagi Bikin Thesis Baru... Tapi Milih Judul Yang Mana?


Awal November sudah semakin dekat. Saatnya untuk mengulang kembali thesis untuk kedua kalinya. Tapi kali ini adalah kesempatan terakhir. Tadinya bisa tenang... kenapa makin hari malah makin deg-degan?

Ternyata pasalnya adalah saya belum bisa memastikan memilih judul yang mana dari sodoran para profesor. Kali ini saya pun tidak mencari sendiri tema, karena memang repot harus mencari bahan sana-sini sendirian dan belum tentu keterima karena harus melewati ujian kelayakan di depan profesor. Kalau ditolak bisa 'berabe'. Rugi waktu dan 'duit'.

Akhirnya bak ikuti air mengalir, saya harus meilih tawaran pak prof. Ada 3 Tema dengan perkiraan deskripsi seperti ini:
1. Hotel plus Multi Use di Airport untuk pesawat-pesawat kecil yang murah. Yang hanya terbang di sekitar Eropa saja. Titik Berat: Sirkulasi manusia, Pengelolaan Ruang, Interior, dan tentu saja Tampak Luar yang Ekspresif hingga Futuristik sebagai point 'mengundang' (Komersial)
2. Boarding School dalam kompleks kawasan Wisata berupa reruntuhan Biara Gereja dan Bangunan-bangunan tua yang sekarang dihuni oleh orang-orang kaya. Jadi di dekatnya akan dibangun sekolah (SMP dan SMA) termasuk asrama siswa dan pengajar dan ruang bersamanya.Semacam pesantren ato sekolah katolik ato mirip sekolahnya Harry Potter lahhh :P. Titik Berat: Ekspresi Bangunan yang menggambarkan ideologi penggunanya, Konsep kebersamaan, Pemilihan Struktur Konstruksi dan Bahan Bangunan.
3. Daerah Transisi berupa kompleks bangunan yang akan dibangun berdekatan dengan Stasiun Kota. Komplekini diharapkan bisa menghubungkan Stasiun dengan Komplek Perkantoran diseberangnya yang dihalangi oleh taman. Kotanya sendiri terdapat di Perancis dan berbatasan langsung dengan Jerman. Titik Berat: Menciptakan fungsi Multi Use dan koneksi antar fungsi lain disekitarnya pada komplek bangunan transisi yang akan dibangun.

Semester yang lalu saya mengambil tema perkotaan. Tema perkotaan selalu berdua mengerjakannya. Namun kali ini nampaknya judul 3 yg lebih 'city' agak berat jika bekerja sendirian karena temanya memang sulit. Belajar dari semester lalu, yakni tak ada satu orang jermanpun yang mau berkelompok dengan orang asing, dan lagipula pada saat pertemuan pertama, tidak ada satupun orang asing di sana kecuali saya. Tema nomer 3 nampaknya saya lepas, kecuali jika saya mendapatkan partner.

Untuk tema nomer 1, menarik dan menantang. Namun saya yang anti-komersil, masih berat meninggalkan idealisme :). Keuntungan utama saya adalah, dunia airport sudah saya kenal dengan baik, apalagi saya masih bekerja di Airport di Frankfurt sebagai Satpam :). Setelah survey lokasi, sepertinya tiba-tiba saya mendapatkan banyak kelemahan di lokasi untuk bisa memperkuat konsep, karena acuan ide sepertinya tak saya temukan kecuali Master Plan Aiport tersebut di 20 tahun mendatang (mungkin ini yang bisa jadi acuan). Padahal di kepala saya sudah berputar banyak ide-ide bagus sebelum survey. Nampaknya agak sedikit buyar, namun mungkin beberapa ide masih bisa dipertahankan.

Untuk nomer 2, tampak tidak istimewa di mata saya, terlihat mudah namun kadang bisa menipu karena mudahnya :D. Yang menjadi persoalan lokasinya terpencil, tak bisa dijangkau dengan angkutan umum, kecuali dengan mobil pribadi. Jadi survey bolak-balik lokasi tidak memungkinkan. Konsepnya akan sangat abstrak karena berkaitan dengan siapa pengguna bangunan dan apa ideologi mereka. Saya sendiri masih belum mendapatkan ide dari proyek ini.

Saya kali ini mungkin hanya bisa pasrah. Tidak ingin terlalu mengikuti kemauan sendiri apalagi idealisme. Kali ini saya akan serahkan kepada takdir. Moga Allah meberikan pilihan yang terbaik buat saya.

Ada masukan tidak dari rekan-rekan sekalian, sebaiknya saya pilih yang mana? Mungkin bisa membantu saya dalam memutuskan pilihan... silahkan! :)

Mungkin harus Shalat Istikharah neh... hehehehe :D

Monday, October 23, 2006

Pencuri Shalat


Ashar telah tergelincir. Tampak empat sosok memburu waktu yang akan menguning, untuk melakukan kewajiban di sebuah langgar. Waktu sempat terhalang sebelumnya oleh sebab musabab yang tak beri ijin untuk sesuai jadwal.

Setelah wudhu' membasuh noda-noda. Maju di antara mereka menjadi pimpinan atas barisan. Bergulirlah persembahan tuk sang Khaliq.

Entah mengapa seperti dikejar anjing tetangga, dua anggota kehilangan temponya. Sesekali nyaris pimpinan terdahulukan. Namun yang satunya tetap ikuti irama dengan seksama.

Hingga datang salam kedua. Lekas-lekas satu di antara dua, yang tadi sejenak terdiam, bangkit berdiri kembali mengambil tempat. Lalu melakukan gerakan yang serupa.

''Eh! Kok si Doni shalat sunnah seh? Mana ada?'' celetuk Bowo.

''Bukan lagi... Dia ngulang shalat tuh...'' jawab Tommy dari arah sebelahnya.

''Emang kenapa?''

''Tadi elo seh buru-buru shalatnya kayak mo balapan karapan sapi ajah... Hampir ajah elo nyuri 'start' si Eka... Sang imam... Si Doni di sebelah elo malah jadi latahan ikut elo juga deh...''

''Ah masak...? Gua gak nyadar tuh...''

''Iyalah gak nyadar... Wong pikiran ke mana-mana... Gak konsen seh... Mikirin apa seh? Lagi capek banget yah??? Mikirin kasur??? Emang lo tukang molor seh... hahahaha....''

''Yeeeeee...''

''Wo... Kalo shalat yang tenang, dinikmati namun konsen. Harus diutamakan tumaninah di tiap gerakan. Tiap-tiapnya diresapin dengan jeda. Shalat jadi khusyu', sempurna, dan bahagia. Mendingan lo ngulang juga... Daripada cuman sah doang tapi gak diterima... Gabung ajah ama si Doni jamaah... Tuh dia hampir 2 rakaat noh... Tapi sekarang yang bener yah! '' kata Eka.

Lalu Bowo berjalan tenang ke arah kanan Doni, sambil meluruskan niat supaya hening hati. Tepukan disambut dengan berimam. Kali ini nikmati nyamannya suasana kesempurnaan.


Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi SAW masuk ke dalam masjid, lalu ada seorang laki-laki masuk untuk melakukan shalat, setelah itu ia datang kepada Nabi dengan mengucapkan salam, lalu Nabi menolak orang itu dan bersabda : ''Ulangilah kembali shalatmu, karena sesungguhnya kamu belum shalat'', lalu ia shalat dan setelah itu datang kepada Nabi dengan mengucapkan salam, kemudian beliau bersabda lagi : ''Ulangilah shalat.'' Hingga tiga kali beliau menyuruh mengulangi. Lalu orang itu berkata : ''Demi Dzat yang telah mengutus Engkau dengan benar, aku tidak tahu cara shalat yang lebih baik selain itu, maka berilah aku pelajaran''. Kemudian beliau bersabda : ''Apabila kamu berdiri untuk shalat, maka bertakbirlah kemudian bacalah apa yang mudah menurutmu dari ayat-ayat Al-Quran, kemudian rukuklah hingga kamu tenang dalam rukuk itu, kemudian bangkitlah hingga berdiri tegak, kemudian duduklah hingga kamu tenang dalam duduk itu, kemudian sujudlah hingga kamu tenang dalam sujud itu. Kemudian kerjakanlah itu, dalam setiap shalatmu.'' (HR : Bukhori)

“Sejahat-jahatnya pencuri adalah orang yang mencuri dalam shalatnya", mereka bertanya: “Bagaimana ia mencuri dalam shalatnya?" Beliau menjawab: "(Ia) tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya". (Hadits riwayat Imam Ahmad, 5/ 310 dan dalam Shahihul jami’ hadits no: 997.)

Nabi saw. bersabda: “Tidakkah takut orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam, Allah mengubah kepalanya menjadi kepala keledai atau mengubah rupanya menjadi rupa keledai?”
(Muttafaq Alaih).

Sunday, October 22, 2006

Resolusi Ramadhanku Kini...


Aku datang di bulan mulia
Dengan hati penat berjelaga
Kesedihan akan kegagalan
Kerinduan akan kepulangan

Terlalu peka kadang menyejukkan
Terkadang meyesakkan
Kadang menjadi teman
Kadang menjadi musuh bebuyutan

Ingin di saat ini waktu berhenti lama
Berbaring di tanah pada satu sisi saja
Menikmati senyapnya suasana
Tanpa harus berpikir ataupun merasa

Aku lalu bertanya
Apa yang kulakukan?
Aku termakan dalam kesiaan
Seketika bangun aku dengan paksa

Malu pun mendera-dera
Seharusnya semua tersudahi
Kenapa masih berlarut-larut saja?
Kenapa harus kupasang kembali?

Aku mohon pertolonganMu ya Rabb...
Di malam-malam yang masih tersisa
Terutama di sepuluh malamMu ya Rabb...
Kubayar hari-hari sebelum yang tak kuguna

Hentikan bisikan-bisikan mereka
Yang menghantarku menjadi apa yang harus dibenci

Atas kekalahan
Aku berpasrah dan ikhlas...

Atas keburukan
Aku pahami dan ikhlas...

Atas kesalahan
Aku sesali dan ikhlas...

Mohon ampun dengan sangat
Atas segala kelemahan dan kebodohan...

Mohon perlindungan dengan sangat
Dari hasutan sesat yang dihembus-hembuskan...

Mohon tuntunan dengan sangat
Kembali berjalan dengan tatapan ke depan...

Hanya sedikit amalan kali ini yang kubanggakan
Namun tak sebanding dengan banyaknya yang kumalukan

Perasaan adalah amanah terbesarku
Perasaan adalah ujian terbesarku
Seharusnya ia tak menguasai
Kini ia yang harus kukuasai

Inilah prakarya ramadhanku apa adanya...
Dengan harapan moga Engkau ridha...

- Ramadhan 1427 H, Darmstadt 2006 M -

Eid Mubarak

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Saturday, October 21, 2006

[Teropong]: Iklan Jerman Sambut Ramadhan???


Suatu pemandangan yang aneh di stasiun kota Darmstadt. Papan iklan besar terlihat dari sudut tempatku duduk di dalam kereta. ''Ramadhan Karim'' (dalam tulisan arab) walau 'nyempil' tidak dominan. Hah? Yang benar neh? Suatu pemandangan yang tidak pernah saya lihat di sepanjang kota-kota di Jerman sekalipun kecuali tempat-tempat perkampungan muslim.

Western Union, sebuah perusahaan jasa untuk transfer uang, yang memang dimanfaatkan banyak oleh para student terutama bangsa afrika (tunisia, marokko dll). Walau maksudnya komersil, tapi saya salut dengan keberanian perusahaan ini. Mungkin dari benak beberapa orang-orang Jerman akan bertanya-tanya dan menjadi tahu bahwa sekarang para muslimin di Jerman sedang menunaikan puasa Ramadhan.

Saturday, October 14, 2006

Perpisahan adalah Silaturahim


Ku telah memahami selama ini
Tiap pertemuan ada perpisahan
Namun apa jadinya kuasa diri
Yang dikorbankan adalah pertalian idaman

Orang-orang yang kucintai
Seperti aku mencintai diriku sendiri
Saudara-saudara dalam satu cinta
Bersama-sama mengharap ridhaNya

Walau sadar di situ akan ada jumpa
Di masa penantian maupun pengakhiran
Tersemat beratnya duka lara
Tersembunyi rasa kehilangan

Tak ada daya saling melukai perasaan
Maka tak tega kesedihan diperlihatkan
Akhirnya hanya tutur penghibur terlontar
Agar membuat kami lebih tegar

''Wahai saudaraku...
Sungguh perpisahan itu bukanlah pemutusan
Sungguh ia adalah memanjangkan
Kait lebih luas tali cinta ilahi dalam persaudaraan...''

''Wahai saudaraku...
Maka berjuanglah kamu di sana
Sedangkan aku masih berjuang di sini sementara
Moga kelak dipertemukan lagi dalam perjuangan yang sama...''

Kami pun berpelukan
Sambil melepas kata-kata asa dan doa
Lalu ia berpaling meninggalkan
Hingga lenyap nyata sosoknya

(yg lagi didera perpisahan dan perpisahan...)

Thursday, September 21, 2006

[Info]: Mohon Maaf Menjelang Ramadhan, Bid'ahkah?




Sumber: Eramuslim.Com

Assalamualaikum wr. wb.

Yth. Pak Ustadz,

Beberapa hari lagi bulan puasa akan tiba, dan banyak di antara teman-teman saya yang muslim yang saling berkirim SMS mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan mohon maaf lahir batin sebelum puasa tiba. Sebenarnya apakah ada tuntunannya oleh Rasulullah SAW akan hal tersebut? Dan apakah ada tuntunannya juga untuk mengucapkan mohon maaf lahir batin pada hari raya Idul Fitri seperti yang biasa kita lakukan? Apakah ini hanya sekedar tradisi saja? Mohon penjelasan pak Ustadz tentang hal tersebut.

Terima kasih banyak sebelumnya atas penjelasan Pak Ustadz.

Wassalamualaikum wr. wb.

Susi Wulandari
susiwlndr at eramuslim.com
Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau yang diminta adalah dalil yang sharih dan eksplisit tentang perintah atau anjuran untuk saling bermaafan menjelang bulan Ramadhan, sudah pasti tidak ada.

Oleh karena itulah ada sebagian kalangan dari umat ini yang langsung mencap fenomena itu sebagai bid'ah. Sebab dalam pandangan mereka, pengertian bid'ah adalah sebatas tidak adanya dalil eksplisit atas suatu masalah yang berkembang di tengah masyarakat.

Pendapat seperti ini tidak bisa disalahkan, lantaran memang ada versi pengertian tentang bid'ah yang sesempit itu. Walau pun sebenarnya versi pengertian bid'ah itu sangat banyak.

Anjuran Saling Meminta Maaf dan Memaafkan Secara Umum

Sebenarnya meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain adalah pekerjaan yang sangat dianjurkan dalam agama. Semua ulama sepakat akan hal ini, termasuk yang membid'ahkannya bila dilakukan menjelang Ramadhan atau di hari Raya Fithr.

Allah SWT berfirman:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلينَ

Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS Al-A'raf: 199)

فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ

Maka maafkanlah dengan cara yang baik. (QS Al-Hijr: 85)

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ألاَ تُحِبُّونَ أنْ يَغْفِرَ اللهُ لَكُمْ

Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya, "Rasailah azab yang membakar ini." (QS An-Nuur: 22)

وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنينَ

Orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS Ali Imran: 134)

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأُمُورِ

Tetapi orang yang bersabar dan mema'afkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. (QS Asy-Syura: 43)

Even untuk Saling Memaafkan

Secara umum saling bermaafan itu dilakukan kapan saja, tidak harus menunggu even Ramadhan atau Idul Fithri. Karena memang tidak ada hadits atau atsar yang menunjukkan ke arah sana.

Namun kalau kita mau telusuri lebih jauh, mengapa sampai muncul trend demikian, salah satu analisanya adalah bahwa bulan Ramadhan itu adalah bulan pencucian dosa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW tentang hal itu.

عن أَبي هريرة أنَّ رسول الله ، قَالَ: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيماناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ متفقٌ عَلَيْهِ

Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Siapa yang menegakkan Ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka Allah telah mengampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kalau Allah SWT sudah menjanjikan pengampunan dosa, maka tinggal memikirkan bagaimana meminta maaf kepada sesama manusia. Sebab dosa yang bersifat langsung kepada Allah SWT pasti diampuni sesuai janji Allah SWT, tapi bagaimana dengan dosa kepada sesama manusia?

Jangankan orang yang menjalankan Ramadhan, bahkan mereka yang mati syahid sekalipun, kalau masih ada sangkutan dosa kepada orang lain, tetap belum bisa masuk surga. Oleh karena itu, biar bisa dipastikan semua dosa terampuni, maka selain minta ampun kepada Allah di bulan Ramadhan, juga meminta maaf kepada sesama manusia, agar bisa lebih lengkap. Demikian latar belakangnya.

Maka meski tidak ada dalil khusus yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW melakukan saling bermafaan menjelang Ramadha, tetapi tidak ada salahnya bila setiap orang melakukannya. Memang seharusnya bukan hanya pada momentum Ramadhan saja, sebab meminta maaf itu dilakukan kapan saja dan kepada siapa saja.

Idealnya yang dilakukan bukan sekedar berbasa-basi minta maaf atau memaafkan, tetapi juga menyelesaikan semua urusan. Seperti hutang-hutang dan lainnya. Agar ketika memasuki Ramadhan, kita sudah bersih dari segala sangkutan kepada sesama manusia.

Beramaafan boleh dilakukan kapan saja, menjelang Ramadhan, sesudahnya atau pun di luar bulan itu. Dan rasanya tidak perlu kita sampai mengeluarkan vonis bid'ah bila ada fenomena demikian, hanya lantaran tidak ada dalil yang bersifat eksplisit.

Sebab kalau semua harus demikian, maka hidup kita ini akan selalu dibatasi dengan beragam bid'ah. Bukankah ceramah tarawih, ceramah shubuh, ceramah dzhuhur, ceramah menjelang berbuka puasa, bahkan kepanitiaan i'tikaf Ramadhan, pesantren kilat Ramadhan, undangan berbuka puasa bersama, semuanya pun tidak ada dalilnya yang bersifat eksplisit?

Lalu apakah kita akan mengatakan bahwa semua orang yang melakukan kegiatan itu sebagai ahli bid'ah dan calon penghuni neraka? Kenapa jadi mudah sekali membuat vonis masuk neraka?

Apakah semua kegiatan itu dianggap sebagai sebuah penyimpangan esensial dari ajaran Islam? Hanya lantaran dianggap tidak sesuai dengan apa terjadi di masa nabi?

Kita umat Islam tetap bisa membedakan mana ibadah mahdhah yang esensial, dan mana yang merupakan kegiatan yang bersifat teknis non formal. Semua yang disebutkan di atas itu hanya semata kegiatan untuk memanfaatkan momentum Ramadhan agar lebih berarti. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan niat untuk merusak dan menambahi masalah agama.

Namun kita tetap menghormati kecenderungan saudara-saudara kita yang gigih mempertahankan umat dari ancaman dan bahaya bid'ah. Isnya Allah niat baik mereka baik dan luhur.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

[Video]: The Islamic History in Europe, That Has Never Been Told

Di buku sejarah mengenai Eropa, tak pernah diterangkan dan diakui bahwa pada jaman ''Dark Ages'' ada suatu peradaban keagamaan terbesar yang mempengaruhi Eropa dalam bidang seni, ilmu dan teknologi sebelum bangkitnya jaman ''Renaissance''. Lagipula, tak banyak orang Eropa yang mengetahui tentang peradaban Andalusia tersebut, kecuali sejarahwan dan masyarakat Spanyol sendiri.

Mengherankan, kisah sejarah tentang Andalusia masih dikenang dan dibanggai oleh orang-orang Spanyol sebagai bagian dari perkembangan budaya mereka. Mereka kebanyakan bersedih dan kehilangan atas ketinggian peradaban tersebut.

Dokumenter ini akan membuka banyaknya miskonsepsi dan mispersepsi tentang jasa Islam di Eropa yang selalu ditutupi dan tak pernah diakui. Padahal sebaliknya dulu Kerajaan Islam Andalusialah yang menyusun dan mengumpulkan kembali data sejarah dan peninggalan Eropa yang sempat hilang di Eropa, terutama keilmiahan dari Yunani.

Kata beberapa teman, tarian Flamenco yang terkenal dari Spanyol adalah merupakan tarian sufi pada jaman tersebut. Hmmm bisa jadi... Selamat menikmati Video kali ini. Moga menambah pengetahuan anda tentang Kejayaan Islam di Eropa. Kali tak hanya tentang Andalusia namun juga tentang Kejayaan Islam Sisilia dan lain-lain.

Link: http://video.google.com/videoplay?docid=4948121296578586703&q=Islam+Ridley&hl=en

Monday, September 18, 2006

Kisah Muallaf: Sejuk dan Seru...!


''Kurma for the Soul'' (KFTS) kali ini agak berbeda. Bukan saya yang akan berkisah, dan bukan pula kisah-kisah yang saya temukan sehari-hari. Ini adalah kisah-kisah para Muallaf yang mereka tulis sendiri dan membagi pengalaman mereka ini untuk kita semua.

Kisah-kisah mereka kadang memberi sentilan, pencerahan, semangat baru buat kita semua. Kisah yang terkadang membuat saya tersenyum namun lebih sering memilukan hati, hingga saya sendiri sampai-sampai meneteskan air membacanya. Kisah seru yang saya belum pernah miliki ini, sangat menyejukkan hati. Jujur, mereka benar-benar beruntung.

Tak ada salahnya kisah-kisah ini juga menemani Ramadhan anda. Sehingga kita bisa bercermin kepada mereka dan mengambil pelajaran dari itu semua.

Kisah-kisah saudara-saudara kita ini terkumpul pada sebuah web dengan link Kotasantri:
http://kotasantri.com/bilik.php?aksi=Arsip&Rubrik=3

Selamat menikmati santapan rohani ini. :)

Sunday, September 17, 2006

Inkubator Ramadhan


Sadar telah surut persembahan
Setahun tak dalam perhitungan
Kini kupungut kenangan ramadhan
Kumpulkan ikrar penghambaan

Saatnya berinkubasi
Segarkan naluri dan nurani
Perhentian hanya sesaat
Tuk laju lagi melesat

Tetaskan kupu-kupu mulia
Bukanlah kembali ulat yang hina
Tak ingin lagi kesiangan
Tak ingin lagi penyesalan

Kini ramadhan kusempurnakan
Nanti ramadhan-ramadhan kecil kuciptakan
Agar berkekalan nuansanya
Hingga ramadhan berikutnya dan berikutnya

Monday, September 11, 2006

[Bongkar]: Made in Germany? Bo'ong banget!!!


Tahu tidak? ternyata semua barang dengan label serba eropa atau amerika gak ada jaminan semua itu diproduksi 100% di negaranya. Saya sendiri kaget setelah menyaksikan langsung trik-trik ini pada saat bekerja di sebuah pabrik di Jerman. Label-label ber-barcode Made in Hungary, Made in Mexico, dan Made in Philipines harus saya ganti dengan Made in Germany. Waduh!!!! Ketahuan deh belangnya...

Ok lah, ide dan modal bisa jadi dari Jerman. Kalau masalah produksi sepertinya sudah tidak terlalu banyak pabrik-pabrik di negara ini yang memroses barang dari baku menjadi barang jadi. Apalagi keberadaan pabrik-pabrik selalu mendapat pertentangan keras dari para pecinta ''Hijau'', kalau-kalau pabrik bermasalah terutama mencemari lingkungan. Bisa-bisa perlu bayar mahal hanya untuk pengawasan dan pengelolaan lingkungan tersebut.

Jadi, mereka larikan pabrik-pabrik tersebut ke negara lain, terutama yang tidak mempedulikan isu-isu lingkungan tersebut, yaitu di negara-negara selatan dan negara-negara bekas rusia. Apalagi ongkos produksi di negara ketiga sudah pasti lebih murah, terutama karena ongkos tenaga kerjanya yang murah pula.

Harga produksi yang jauh lebih murah di negara produsen tidak berimbang dengan harga jual yang kelewat lebih mahal di negara konsumen. Dengan begitu mereka bisa mengeruk lebih banyak keuntungan. Harga ongkos kirimpun bisa ditanggung tanpa perlu pusing sama sekali.

Inilah sistem kapitalis. Kini mereka masih bisa bertahan hingga ke masa depan berkat negara-negara dunia ketiga. Keuntungan pendapatan modal dan keuntungan pemeliharaan lingkungan negara mereka terjamin selalu.

Thursday, September 07, 2006

[Survey]: 10 Things I Missed About Ramadhan...


Assalaamu'alaikum wr wb.

Ramadhan sebentar lagi. Ada baiknya kita mempersiapkan diri lahir bathin. Tentu saja di dalamnya ada kebahagiaan dan kerinduan. Bulan yang hanya setahun sekali kita bertemu. Di mana kita bisa menata diri, mempercantik hati, dan menambah ibadah dan ilmu untuk dipersiapkan sebelum menjelang kehidupan sehabis ramadhan.

Kira-kira apa aja seh hal-hal yang anda dan kamu rindu semua di Bulan Ramadhan? Buat rekan-rekan muslim Indonesia ataupun Tanah Serumpun di luar negeri terutama, hal-hal apa aja seh yg dirindu pada bulan Ramadhan di Tanah Air atau Nusantara yang mungkin tidak didapatkan di luar negeri? Survey ini tidak tertutup kemungkinan buat non muslim loh... :)

Selamat bernostalgia.... Dan Selamat menjalankan puasa, moga penuh keberkahan dan kebaikan buat anda semua... Semoga kita semakin dan baik lagi dalam setiap kehidupan kita :D...

Monday, September 04, 2006

Teruslah Berjalan Tegak...


Wahai saudaraku...
Jika kini kau tertusuk ilalang
Masih ada tombak nanti menghadang
Maka bersabarlah...

Wahai saudaraku...
Sudi Allah meminjamkan kekuatan
Atas ketidak berdayaan
Maka berdoalah...

Wahai saudaraku...
Apapun hasil yang diberikan
Kau tetap mendapat ajaran dan kejayaan
Maka bersyukurlah...

Sungguh kau sedang membuka tiap-tiap pintu kemuliaan
Maka teruslah berjalan tegak...

Hingga terdengar di depan pintu terakhir:
''Salaamun 'alaikum, Bimaa Shabartum!'' *)

*) ''...Keselamatan atasmu, berkat kesabaranmu...'' (QS. Ar- Ra'ad (13): 18-24)

Sunday, September 03, 2006

[Teropong]: Lika-liku Muslim dalam Perantauan


"Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap." (Qs. Alam-Nasyrah [94]: 1-8).

Ayat ini turun pada saat Rasulullah dan kaum muslimin mendapat tekanan dan olok-olokan dari kaum musyrikin. Bahwa jika kaum muslimin bersabar setelah kesulitan yang ditimbulkan darinya, Allah akan memberikan jaminan kemenangan bagi kaum muslimin sehingga terhindar dari rasa cemas dan gusar.

Banyak rekan-rekan muslim dengan seenaknya mengambil ayat ini hanya demi mendapatkan kemudahan dari kehidupan mereka di luar negeri yang memang iklim, kultur dan cara hidupnya yang berbeda. Perbedaan ini, menurut anggapan mereka, akan menyulitkan terutama urusan ibadah. Padahal keadaan tak sesulit yang mereka hiperbolakan jika mereka mau menjalankan dengan sungguh-sungguh terlebih dahulu tanpa keputus asaan yang terlalu dini. Usaha sebaiknya diprioritaskan pada saat permulaan, sebelum menjatuhkan keputusan bahwa keadaannya sulit.

'Jabatan' para perantau ini sebagai Musafir sebenarnya telah copot setelah menetap dan bermukim selama lebih dari 3 hari. Tapi terkadang masih banyak yang tetap mengaku bersafar. Gelagat ini seperti orang yang pensiun tapi tidak mau pensiun-pensiun. Semua ibadah sholat fardhu dengan gampangnya dilambatkan di akhir waktu, dijama', diqoshor, ataupun diqodho'.

Kalau saja kita mau mempelajari dan memahami ajaran islam dengan baik, bentuk-bentuk kemudahan dari berbagai kesulitan pada saat melaksanakan suatu ibadah sebenarnya telah ditetapkan dan dirinci jelas apa alasannya dan bagaimana menggantinya dan lain-lain. Tapi nyatanya rekan-rekan muslim di luar negeri lebih sering membuat caranya sendiri dengan ilmu yang buta, seakan membuat dasar fiqh baru atau mazhab sendiri.

Ada yang sholat fardhu di bangku dalam keadaan duduk pada saat perkuliahan berlangsung ataupun dalam kendaraan yang sedang parkir. Padahal masih terbentang luas tanah Allah di luar yang kita bisa bentangkan dengan sajadah. Entah rasa malu dilihat para 'bule' ataukah malu karena agama sendiri, mereka enggan untuk berdiri. Padahal badan masih sehat dan muda.

Berbeda kebanyakan orang Turki yang bersholat fardhu hanya sholat jum'at 'doang', justru Muslim Indonesia kebanyakan absen dari tempat penyelenggaraan sholat jum'at. Dengan berbagai alasan klasik karena tak sempat dari kesibukan pekerjaan maupun perkuliahan, mereka pun rutin tak bersholat jum'at, lewat dari 'bonus' yang diberikan. Padahal ada beberapa masjid yang melambatkan penyelenggaraan sholat jum'at sehabis jam kerja. Andai saja mereka mau berusaha mencari tahu.

Tapi dari kesemua itu ada yang lebih ekstrim lagi. Mereka sama sekali tidak sholat, dengan anggapan yang penting baik hati antar sesama manusia atau cukup dengan berdoa saja. Bukankah sholat yang akan menghindarkan kita dari perbuatan yang buruk? Bukankah sholat yang akan ditanyakan Allah pertama kali di hari kesudahan? Apakah yang mereka lakukan berbaik hati kepada Allah yang menciptakan dan menghidupkan mereka? Itukah rasa syukur?

Selain mengenai urusan sholat, urusan lainpun tak lepas digampangkan. Terutama dalam memilih makanan halal daripada yang haram. Padahal sudah banyak bertebaran toko-toko dan restoran-restoran muslim yang menyajikan makanan yang sudah dijamin kehalalannya dan lagi bersih dari darah, karena disembelih lehernya sesuai syariah dengan membaca 'bismillah'. Bukan yang disetrum lalu dipotong apalagi yang ditembak kepalanya. Itu 'seh' makan bangkai.

Alasan kuno mengenai kebutuhan meminum alkohol apalagi di musim dingin telah runtuh. Alkohol yang memang haram hukumnya pun tak menjamin memberi kehangatan pada tubuh. Justru sebaliknya, sang peminum bisa mengalami Hypothermia karena kedinginan setelah meneguknya. Justru yang tak meminumnya, banyak bukti mereka tetap bertahan tanpa keluhan akan cuaca dingin tersebut.

Begitulah manusia hanya ingin yang mudah-mudahnya saja, tanpa merugikan kemauan dan kesukaannya yang berasal dari nafsu. Suruhan agama hanya dijadikan kesulitan dan siksa. Tanpa alasan logispun sebenarnya kita sebagai hamba yang taat dan mempunyai naluri ketuhanan harus tetap menjalankannya dengan ikhlas. Sungguh usaha dan kesabaran mendatangkan kemenangan dan keselamatan.

Monday, August 28, 2006

Dibungkam...


Mataku pedih melihat keburukan
Mendidih hingga sedih

Hatiku lirih melihat kesalahan
Perih hingga risih

Namun apa yang bisa kulakukan
Mulutku tak berkata sepenggalpun
Hanya bisa mengeluh dalam hati
Bermuka batu ditemani angin lalu

Aku dibungkam mereka...

Tiada yang mau mendengar
Tiada yang mau menyadari
Apa yang tak sesuai kesukaannya
Apa yang tak sesuai keinginannya

Mereka menjadi sok tidak tahu
Dan terus bermandikan lumpur neraka

Aku dibungkam mereka...

Jaman kini jaman gila
Terjerat kelabu dan mendua

Ajakan dan nasihat kebaikan dianggap mempersulit
Larangan dan kewajiban dianggap menyiksa

Aku dibungkam mereka...

RisalahMu terhenti dikerongkonganku, wahai Sang Kebenaran
Dakwahmu hanya sebatas niatku, wahai sang kejujuran

Apakah aku harus mengurus diriku sendiri saja?
Tapi bagaimana nasib mereka nanti di hari kesudahan?

Friday, July 28, 2006

Ssst!! Diam!!! ... Eh!.. Yahhhh.. Sia2 Deh!


Di hari Jum'at yang raya, seperti biasanya tempat-tempat sholat penuh sesak oleh jamaah. Kadang suka terbesit di hati beberapa perutin yang merindukan suasana: ''Coba saja setiap sholat fardhu berjamaah dipenuhi seperti ini. Alangkah indah dan kompaknya terlihat di mata hingga ke hati. Kini keutamaan Subuh dan Ashar pun sirna.''

Khotib pun berdiri memulai khotbahnya di sebuah Musholla SMP 85 Pondok Labu. Suaranya yang lantang seakan tak mampu mengalahkan desas-desus suara percakapan yang memecah keheningan. Kekhusyu'an yang selalu diidam-idamkan.

''Dang! Ntar gw tunggu lo di pos satpam. Kita jalan, ok?? Kepala gw dah butek neh ama ujian tadi. Lo tau sendiri khan Bu Ratna itu killer banget, pasti deh soal ujiannya dibikin susah..... Apalagi dia khan sukanya... bla... bla... bla....'' cerocos Bekti tanpa malu-malu.

Dadang tidak peduli dengan ''Gosip Show''-nya Bekti, dan tetap dengan seksama menyimak Khotbah. Matanya tetap ke depan tak melirik sedikitpun ke arah Bekti.

''Dang! Aduh tadi gw salah jawab tuh soal nomer 3 pas ujian tadi... Harusannya khan gini... bla... bla...'' lanjut Bekti.

Dadang memicingkan matanya dan memangku dagunya pada tangan, lalu pura-pura tidur. Dadang pikir hal itu akan menghentikan si Bekti.

''Bek...! Ssst diem napa? Berisik amat seh lo! Lagi jum'atan juga...'' potong Jaenal sambil berbisik.

''Dang...!!! Sombong amat seh loh....! Diajak ngobrol juga...'' Bekti makin panas

Dadang sedikit beranjak menjauh maju setengah shaf.

''Wooooyyyyyy!!!!'' bentak Bekti.

Suasana seketika hening ''Ziiiiiiiiiiiinngggg!!!!''. Hati sang Khotib sangat kacau seperti mendengar 'Balon Hijau Meletus' hingga terdiam sesaat.

Suasanapun menjadi ramai ber-was wis wus wes wos.

''Ssstt!!!''
''Aaaahhh... Gak tau malu apa!''
''Anak kelas 2 E yah?''
''Abis jumatan gw tampol lo!!!''
''Nah lo... nah lo.. nah lo.. nah lo...!''

Sang Khotib seketika melanjutkan khotbahnya, mencoba menandingi suara-suara fals tersebut.

Muka Bekti memerah hingga ditundukkannya. Dadang dan Jaenal memalingkan muka dari arah Bekti, pura-pura tidak kenal.

*****

Selepas 'jum'atan', Bekti 'menoyor' kepala Dadang.

''Kenapa seh tadi gw ajak ngobrol kagak mao?'' tanya Bekti 'bete'.

''Yeeee...!!! Elo tuh yang rusuh... Gawat lo... Sakit lo ape! Pas khotbah kok ngobrol'' timpal Jaenal membela Dadang.

''Iya bek... Masak lo gak dengerin Pak Ali pas Pelajaran Agama Islam sebelon ujiannya Bu Ratna... Elo seh suka gak meratiin pelajaran. Ngobrol mulu ato baca komik. Pelajaran lo gak peratiin, giliran ujian aja lo perhatian... Gak heran gw kalo lo jadi kalang kabut dan gak bisa nyelesein soal...!'' kata Dadang sambil 'menoyor' balik.

''Emang kenapa?''

''Khotib itu menyampaikan pelajaran buat kita. Nah... Pas Khotbah tuh gak boleh ngobrol ato berkata-kata apalagi berkata ''Diam!'' sekalipun... Sholat Jum'at lo bisa sia-sia dan gak dapet pahala... Apalagi banyak ulama yang mengharamkan, jadi malah berdosa deh....''

''Heh? Jadi tadi gw ikutan salah juga dong Dang?'' kata Jaenal khawatir.

''Asyik jadinya gw ada temennya dunks.'' kata Bekti sambil merangkul Jaenal.

''Huss!!! Gitu ajah lo seneng...Udah bikin salah juga... Malu tuh dipiara dikit...'' canda Dadang sambil memberantaki rambut Bekti.

''Wooooyyyyy!!!''



Dari Abu Hurairah. Bahwa Nabi saw. telah bersabda: ''Apabila engkau katakan diam kepada temanmu pada hari jum'at sewaktu imam berkhotbah, maka sesungguhnya engkau telah menghapus pahala sholat Jum'atmu.'' (Riwayat Bukhari)

Dar Ibnu Abbas r.a., bahwa Nabi saw. bersabda: ''Barangsiapa yang berbicara pada hari Jum'at di waktu imam berkhotbah, maka ia adalah seperti keledai yang memikul kitab, sedang siapa yang mengingatkan orang itu dengan kata-kata 'diamlah', maka tidak sempurnalah Jumatnya.'' (Hadits Riwayat Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, Bazzar dan Thabrani.)

Dari Abu Hurairah r.a., Nabi saw. bersabda:''Apabila engkau mengatakan kepada temanmu pada hari Jumat sewaktu imam sedang berkhotbah: 'Diamlah', maka engkau telah melakukan hal yang sia-sia.'' (Hadits Riwayat Jama'ah selain Ibnu Majah).

Tuesday, July 25, 2006

[Save Palestine]: The Truth - Peace, Propaganda & The Promised Land

Ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di Palestina? Silahkan tonton ulasan dari para banyak pengamat, terutama yang berasal dari Amerika, yang akan membeberkan semua apa yang sebenarnya terjadi, yang selalu ditutup-tutupi oleh pemerintah israel, amerika, bahkan media pers dunia.

Masihkah anda percaya dengan dunia?

Descriptions:
Peace, Propaganda & the Promised Land provides a striking comparison of U.S. and international media coverage of the crisis in the Middle East, zeroing in on how structural distortions in U.S. coverage have reinforced false perceptions of the Israeli-Palestinian conflict. This pivotal documentary exposes how the foreign policy interests of American political elites--oil, and a need to have a secure military base in the region, among others--work in combination with Israeli public relations strategies to exercise a powerful influence over how news from the region is reported. Through the voices of scholars, media critics, peace activists, religious figures, and Middle East experts, Peace, Propaganda & the Promised Land carefully analyzes and explains how--through the use of language, framing and context--the Israeli occupation of the West Bank and Gaza remains hidden in the news media, and Israeli colonization of the occupied terrorities appears to be a defensive move rather than an offensive one. The documentary also explores the ways that U.S. journalists, for reasons ranging from intimidation to a lack of thorough investigation, have become complicit in carrying out Israel's PR campaign. At its core, the documentary raises questions about the ethics and role of journalism, and the relationship between media and politics.



NB: Jika tidak bisa dibuka silahkan buka link ini: http://video.google.com/videoplay?docid=-7828123714384920696

Sunday, July 16, 2006

[Curhat]: Tak Seperti yang Kumau...


Sebelum saya mencapai papan pengumuman hasil thesis, salah satu profesor datang menghampiri saya dengan tiba-tiba. Menyampaikan kabar dengan berat hati, bahwa saya diberi kesempatan penambahan 1 semester lagi sebagai kesempatan terakhir oleh Dewan Komisi untuk merampungkan proyek saya secara maksimal. Menurut mereka, proyek perkotaan yang seharusnya dikerjakan oleh 2 orang dalam satu kelompok itu, namun saya kerjakan sendirian (single fighter), belum mencapai kata layak untuk bisa diluluskan semester ini.

Saya tidak bisa berkata apa-apa, hanya terdiam terpaku dengan wajah terkejut. Sesekali menahan air mata yang ingin keluar segera. Kegalauan dan kekecewaan menggrogoti. Sambil menerawang ke masa 1 semester yang saya habiskan sebelumnya ternyata tidak membuahkan hasil untuk lulus di semester ini. Tertahanlah sudah gambaran tanah air. Tertahanlah sudah harapan-harapan masa depan. Semua tak seperti yang kumau... Akhirnya tangispun memecah keheningan...

Sang profesor berusaha menyenangkan hatiku dengan menawarkan bantuan semampunya agar di semester depan proyek saya bisa diluluskan. Beliau juga akan bertindak langsung sebagai pembimbing rutin selama proses itu. Tak tanggung-tanggung beliau akan memberikan bantuan untuk perpanjangan VISAku, walau tak bisa membantu masalah finansialku.

Namun itu belum mampu mengobati hatiku yang menjadi melemah ini. Sepertinya tidak ada pilihan lain, selain menerima tawaran beliau. Akhirnya saya mengiyakan tawaran itu, tanpa berpikir panjang lagi. Dengan berharap kesempatan tersebut akan mendatangkan kebaikan untukku.

Saya berjalan terhoyong-hoyong menghampiri teman-temanku. Mereka lalu mencoba menyabarkanku dengan kata-kata yang menyenangkan dan menenangkan hati, sampai air matakupun mengering.

Dengan keletihan hati sampailah saya di rumah dengan segera menghadapNya. Sekali lagi aku bercermin diri. Lalu meminta ampunan dan pertolonganNya. Diri ini hanya bisa pasrah akan suratanNya. Memohon kebaikan pada kesempatan kedua kalinya. Memang inilah yang Ia mau, dan ada misteri kebaikan di dalamnya. Biarkanlah seperti yang Ia mau, karena saya ingin tetap yakin denganNya. Bahwa ada kebaikan yang akan menunggu kelak. Kebaikan yang akan mengganti kesedihanku.

Maafkan saya, ya kedua orangtuaku. Sekali lagi aku menancapkan duri kembali. Cobaanku malah menjadi cobaanmu juga. Hamba kini kembali memohon restu darimu untuk kesekian kalinya. Dukungan darimu kan kujadikan teman perjalanan usahaku kembali.

Maafkanlah ya sahabat-sahabatku. Saya mengecewakan tiap-tiap doa yang kaupanjatkan untukku.

Moga Allah melapangkan hatiku dan memudahkan usahaku untuk kesempatan kedua yang terakhir ini.

Monday, July 10, 2006

Jerat Seruling Gembala Pendusta


Di saat kau merasa sulit
Aku kan datang menghampirimu
Membebaskanmu dari belenggu semu
Memudahkan jalan hidupmu

Di saat kau kesepian dalam kesedihan
Aku kan menjadi sahabat terbaikmu
Membuang ragu terhadap keyakinan lugu
Menuntunmu ke jalan pencerahan baru

Di saat kau membutuhkan petunjuk
Aku kan memanis-maniskan lidahku
Hingga tenang perasaanmu
Hingga kau yakin dosa itu palsu

Di saat kau berjalan dalam kehidupan
Aku kan menanggalkan pesona paham lalu
Hingga terbuka lebar-lebar matamu
Akan pikatan dunia yang maju

Aku bukan pendusta apalagi penipu
Bukan seperti pendendang sok suci itu

Aku tiada maksud berburuk kepadamu
Melainkan menyelamatkanmu dari kandang kotor itu

Selamat datang kawan...
Kekecewaanku juga kekecewaanmu
Mari baku senda dengan sang wahyu
Meraih peradaban gemilang dunia ini yang dirindu